Menyusuri Air Terjun Terbesar di Kaki Gunung Rinjani

        Air terjun tiu kelep menurut masyarakat setempat yang di ambil dari bahasa sasak yang artinya “Kolam Terbang”. Tetapi kita tidak membahas sejarah air terjun ini. Ini tentang sebuah perjalanan saya kesuatu tempat yang indah dan bisa dibilang sebagai wisata unggulan dilombok tepatnya di lombok utara di kaki gunung rinjani. Hembusan kabut bisanya menyelimuti tempat ini karena berada dekat dengan pegunugan ynag menambah suasana keindah air terjun ini.  

        Perjalanan saya dimulai dari kota mataram dengan menggunakan sepeda motor dengan melewati jalur pusuk sembalun, itu juga merupakan wisata yang ada dilombok yang mungkin saya share di postingan selanjutnya. Perjalanan saya dari kota mataram ke tempat air terjun ini memakan waktu sekitar 2,5 jam. Tetapi perjalanan yang panjang dan melelahkan ini terbayarkan sesampai saya di parkiran air terjun tiu kelep ini.

        Masuk kawasan air terjunnya dikenakan biaya Rp 3.000/orang, kita akan menempuh jalur menuju air terjun tiu kelep dengan berjalan kaki pertama melewati  anak tangga yang cukup banyak, di dalam perjalanan akan melewati air terjun sendang gila terlebih dahulu.

         Menuruni anak tangga kita masih berjalan kaki sekitar 15 menit dan akan melewati sungai jalur aliran air terjun tiu kelep tersebut. Kita akan disuguhkan dengan pemandangan hutan lindung yang sangat lebat yang merupakan bagian dari Hutan Lindung Taman Nasional Rinjani. Meskipun hutannya lebat dan banyak pohon-pohon besar, tidak perlu khawatir tersesat karena sudah di persiapkan jalur menuju air terjun tiu kelep.
        Setelah berjalan sekitar 30 menit lumayan melelahkan juga, tetapi semua itu terbayarkan dengan keindahan yang di dapat sesampainya ke air terjun tiu kelep, kita akan menyaksikan aliran air gunung yang cukup besar yang berasal dari gunung rinjani. Air terjun ini cukup tinggi dan besar, yaitu sekitar 45 meter. Disini kita bisa mandi di bawah guyuran air terjun, suasana yang segar dan indah akan membuat anda betah disini kayak judul film aja ya JANGAN KE LOMBOK NANTI GAK MAU PULANG, haha...


Penulis : Muhammad Yusron Hadi (@yusron_01)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar